Mulai Jadi Primadona, Berikut 99 Perusahaan Fintech Lending yang Terdaftar oleh OJK

Bank Jombang – Melalui data terbaru Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), terdapat 159 perusahaan start-up fintech yang telah terhimpun di dalam organisasi tersebut.

Start-up tersebut telah menyepakati sebuah Pedoman Perilaku Layanan Pinjam Meminjam Daring yang Bertanggung Jawab atau Code of Conduct (CoC) for Responsible Lending.

Sayangnya dari 159 perusahaan tersebut di antaranya belum memenuhi peraturan OJK sebagai Layanan Pinjaman Uang Berbasis Online.

Ketentuan Financial Technologi (Fintech) oleh OJK

Untuk mendapatkan status terdaftar sesuai Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, perusahaan wajib memiliki modal yang disetor Rp 1 miliar dan rutin melakukan pelaporan setiap tiga bulan sekali selama satu tahun.

Laporan berkala itu meliputi jumlah pemberi pinjaman, kualitas pinjaman, dan kegiatan perusahaan. Kemudian, jika menurut OJK, hal ini sudah membuktikan bisnis modelnya bisa berjalan dengan baik, maka hal ini bisa mengajukan perizinan.

Pengajuan izin ini juga disertai dengan kewajiban untuk memiliki modal yang disetor Rp 2,5 miliar. Dengan begitu, perusahaan yang sudah mengantongi izin bisa beroperasi dan menjalankan bisnisnya secara permanen.

Tepatnya pada 12 Februari 2019 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melansir beberapa perusahaan peer to peer (P2P) Lending berizin. Sampai saat ini, total jumlah penyelenggara Financial technologi terdaftar dan berizin adalah sebanyak 99 perusahaan.  Artinya, jumlah yang terdaftar dan berizin bertambah 11 dari jumlah fintech per 21 Desember 2018 yang sebanyak 88 fintech

beberapa-fintech-yang-terdaftar-dan-telah-memiliki-izin-dari-ojk-per-februari-2019

Beberapa Start-up Fintech yang terdaftar dan telah memiliki izin OJK per Februari 2019

Untuk daftar selengkapnya, silahkan ke link website resmi OJK

Dalam mekanismenya OJK selaku penyelenggaraan sistem pengaturan dan pengawasan Jasa Keuangan Indonesia, selalu memonitor perusahaan fintech tersebut layak terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapula beberapa Financial technologi masih ditarik perizinannya dikarenakan perusahaan tersebut dalam proses memperbaiki bisnis model dan teknologi infrastrukturnya. Sehingga penyelenggara tersebut dapat melakukan perbaikan dan menyediakan layanan terbaik bagi publik.

Diharapkan agar para pengguna fintech mengetahui perusahaan tersebut terdaftar secara legal atau tidaknya agar lebih selektif. Dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan jika ada pertanyaan mengenai seputar informasi Financial technologi yang selama ini di pergunakan bulum terdaftar, silahkan kontak ke 157. Serta jika terdapat perlakuan yang meresahkan dari pinjaman online laporkan kepada Satgas Waspada Investasi dan pihak yang berwajib.

Fintech dan BPR

Di era revolusi Industri 4.0 sekarang ini, seluruh sektor bisnis harus siap menghadapi perubahan terutama di bidang teknologi, tak terkecuali BPR/S. Selain persaingan dengan banyak Fintech yang mulai menggurita, BPR/S dihadapkan berbagai kendala baik internal maupun eksternal yang harus dihadapi agar tetap berkembang.

Melalui perkembangan teknologi informasi dan sumber daya manusia yang tepat, Bank Jombang berkomitmen untuk mampu bersaing dengan Fintech maupun Bank Umum.

CS Bank Jombang
Hubungi CS Online